Kamis, 29 Mei 2014

cintaku deritaku

cinta kenapa kau tinggalkan aku? tak kan ada cinta seperti dirimu lagi.
saat aku sendiri, kau malah semakin menjauh. aku befitu ingin kau memelukku untuk terakhir kalinya,
aku begitu menyayangimu walaupun ku tau kau tak kan pernah peduli, ku masih merindukanmu walaupun ku tau kau terus menjauhi aku. aku tak kan sanggup menghapus semua bayangmu. tapi kini kurelakan kau pergi dari ku.kegembiraan yang dulu kurasakan saat memilikimu telah berubah jadi kesedihan karna kehilanganmu.
mengapa diriku takkan pernah bisa melupakanmu. dan mengapa dirimu yang selalu ada di fikiranku., mungkin salahku juga yang terlalu mencintaimu sepenuh hatiku.
kuratapi kisahku dengan air mata, ku renungi kisah kita dengan tangis sendu, hati ini sangat sakit karna kehilangan cintamu. serpihan demi serpihan luka kurasa, kepingan kepingan tentang kita selalu ku ingat, semakin ku kenang semakin hancur hati ini, tapi mengapa?.... sampai sekarang aku masih mencintaimu,
bilur bilir luka meleleh. harapan cinta mengental, mencoba menghentikan tangis, dan mencoba menghapus air mata dipipi.. hatiku bertanya, mengapa luka ini mebuatku semakin cinta?...
kapankah air mata ini menjadi air mata yang bening yang tak keruh? kapankah derai tangisku terhenti menjadi tetes terakhir? seharusnya tak perlu kutangisi, seharusnya aku kuat. harusnya aku tak perlu pertaruhkan air mata ini hanya demi satu kenangan dan masa yang telah pergi,
tapi mengapa?...
sampai sekarang aku tak pernah bisa melupakan mu..
mengapa harus jatuh dan menumpahkan air mata yang perih karena tinih,
hatiku sekarang menjadi perasa.
airmata ini jatuh... jatuh untuk cinta yang mengabaikan ku.
mataku yang menjadi saksi bagaimana air mataku jatuh untuknya. jatuh terlalu banyak dan berderai, terlalu lama menetes dan menumpah.
aku sendiri bersama lukaku, dan tenggelam oleh suara tangisku. bersama serpihan hati yang akan selalu akan ku bawa sampai mati.

Rabu, 14 Mei 2014

untuk sahabat

ribuan jalan telah kita lewati
berbagai rintangan telah kita lalui
penuh wewangian bunga maupun duri
penuh suka maupun duka
semua bukanlah sekedar kenangan
semua bukanlah sekedar renungan
saat kita berada dalam sebuah kebersamaan
dalam suka maupun pengorbanan
namun kita tahu
kita tak kan selamanya bersatu
menempuh jalan hidup yang bertabur debu
bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu
sat berpisah harus menyapa
ku tak ingin kau teteskan air mata
kutak ingin kau berduka
karna hati kita akan tetap satu
sahabatku
inilah hidup
jika kita membuka
suatu saat kita akan menutup
sahabatku
ku ingin kita kembali bersama
disaat harta tak lagi berguna
disaat cinta menjadi satu satunya pembela
ingat lah kawan
jika sahabat sejati mu segera pergi meninggalkan mu
jangan terlalu sedih
anggaplah ia sebuah gunung
karena sebuah gunung menjadi sangat indah
bila dilihat dari kejauhan
walaupun kau jauh disana
aku kan selalu setia menunggu
menunggu disini
di tempat pertama kali kita bertemu
aku tak tahu kapan kau akan datang
datang menghampiriku disini
dan tak kan pernah lelah menunggu